Selasa, 6 Desember 2022
Advertisment
BerandaLiputanWisataPernah Dikunjungi oleh Mantan Presiden Gusdur, Warung Jadul Sunan Pandanaran di...

Pernah Dikunjungi oleh Mantan Presiden Gusdur, Warung Jadul Sunan Pandanaran di Klaten Mengandalkan Menu Nasi Sambal Tumpang

Warung lesehan jadul di kawasan Objek Wisata Religi Makam Sunan Pandanaran, Kecamatan Bayat, Klaten, ternyata pernah dikunjungi sejumlah petinggi negeri. Salah satunya ialah K.H. Abdurrahman Wahid atau yang lebih akrab disapa Gusdur.

Siapa sangka, Presiden ke-4 Republik Indonesia (RI) ini ternyata pernah mencicipi kenikmatan kuliner di warung jadul ini. “Iya, Gus Dur dan rombongannya pernah makan di sini dulu. Waktu itu, menu makannya sayur yang ada tahunya,” kata kata salah satu juru racik di warung lesehan jadul di kawasan Objek Wisata Religi Makam Sunan Pandanaran, Lasinem, 57, saat ditemui Solopos.com, di Bayat, Senin (13/12/2021).

Sebagaimana diketahui, Objek Wisata Ziarah Sunan Pandanaran, Kecamatan Bayat mulai dibuka setelah hampir dua tahun di tutup karena munculnya pandemi Covid-19. Pembukaan objek wisata ziarah itu menyusul turunnya level PPKM di Klaten, yakni dari PPKM Level 3 ke PPKM Level 2 sejak, Senin (4/10/2021). Objek Wisata Ziarah Sunan Pandanaran Bayat mulai dibuka sejak, Kamis (7/10/2021).

Guna mencegah terjadinya persebaran virus corona di kompleks objek wisata ziarah, pengelola menerapkan protokol kesehatan (prokes).
“Objek wisata ziarah di sini sudah ditutup hampir dua tahun,” kata salah seorang pengelola objek wisata ziarah Sunan Pandanaran Bayat, Suparji, 52. Warung lesehan jadul di kawasan Objek Wisata Religi Makam Sunan Pandanaran, Kecamatan Bayat, Klaten, kembali dibuka sejak awal Oktober 2021. Warung yang mengandalkan nasi tumpang dan aneka masakan Jawa ini tetap eksis meski sempat tutup selama kurang lebih dua tahun akibat pandemi Covid-19.

Begitu kasus Covid-19 mulai melandai di Klaten, Objek Wisata Religi Makam Sunan Pandanaran kembali dibuka untuk masyarakat umum sejak Kamis (7/10/2021). Lantaran objek wisata religi sudah dibuka, warung lesehan jadul di kawasan Objek Wisata Religi Makam Sunan Pandanaran juga mulai dibuka.

Warung jadul ini berada di deretan kios di depan pintu masuk/loket objek wisata religi. Warung lesehan jadul di kawasan Objek Wisata Religi Makam Sunan Pandanaran milik seorang warga setempat, Bagyo.

Warung yang buka selama 24 jam ini mempekerjakan empat juru racik yang tergolong sudah sepuh. Masing-masing Lasinem, Tri, Paikem, dan Ratmi. Menu andalan warung lesehan jadul di kawasan Objek Wisata Religi Makam Sunan Pandanaran, yakni nasi tumpang. Di samping itu, terdapat juga aneka masakan Jawa lainnya, seperti lodeh, pecel, oseng-oseng daun kates, dan lainnya.

Di warung tersebut juga dilengkapi rempeyek kacang dengan rasa gurih dan renyah. Aneka minuman juga tersedia di warung jadul ini. Seluruh makanan dan minuman dijual dengan harga relatif terjangkau.

“Saya sudah kerja di sini selama 17 tahun. Saat pandemi Covid-19 itu, warung di sini sempat tutup kurang lebih dua tahun. Tapi, sekarang sudah buka kembali [seiring melandainya kasus Covid-19 di Klaten],” kata salah satu juru racik di warung lesehan jadul di kawasan Objek Wisata Religi Makam Sunan Pandanaran, Lasinem, 57, saat ditemui Solopos.com, di Bayat, Senin (13/12/2021). Lasinem mengatakan pelanggan yang sering datang ke warung lesehan jadul tersebut didominasi peziarah dari luar daerah. Di antaranya dari Jabar, Jatim, Jakarta, dan lainnya.

“Tempat di sini kan sering jadi jujukan para peziarah. Makanya buka selama 24 jam dalam sehari. Pas ramai, beras yang dimasak bisa mencapai satu kuintal,” katanya.

https://www.solopos.com/pernah-dikunjungi-gusdur-warung-jadul-sunan-pandanaran-klaten-andalkan-menu-nasi-sambal-tumpang-1216118?utm_source=terkini_desktop

TULISAN TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Terbaru

Komentar Terbaru